Connect with us

Hi, what are you looking for?

Headline

Tekad Anak Palestina yang Ditinggal Wafat Ayahnya saat Usia 7 Tahun

KUNINGAN (MASS) – “Ya , pasti, akan saya lawan, akan kami ambil kembali” setengah berteriak ketika saya tanya akan kamu apakan Israel si penjajah. Seketika diamini oleh teman sebaya di belakangnya sambil memeragakan menembak dengan senjata laras panjang.

Itulah sepenggal percakapan dengan seorang anak Palestina. Anak laki-laki kelas 8 itu ditinggal wafat ayahnya saat usia 7 tahun. Anak bungsu dari 6 bersaudara itu sambil cerita sambil mengemasi sayuran untuk dibagikan.

Rupanya transfer of knowledge kisah penjajahan sekaligus ruh nasionalisme telah mengalir deras dalam darahnya. Dialah Qutayibah, seorang anak dari camp pengungsi Palestina.

Dalam hati saya bergumam “mungkin semangat saya membela Palestina akan menurun seandainya bocah itu dan para pengungsi lainnya tak peduli tentang apa yang dunia perjuangkan bagi kemerdekaan Palestina.

Kapan merdeka ?

Terbersit dalam pikiran, akankah itu terwujud dalam waktu dekat? Ataukah masih harus nenghabiskan beberapa generasi lagi. Entahlah. Yang jelas kita tanya pada diri, apakah saya menjadi bagian dari harapan yang mereka inginkan? Diam? Ataukah menjadi pecundang seakan mereka bukan siapa- siapa. Seakan-akan amnesia sejarah bahwa pendahlu kita pernah seperti mereka.

Sahabat, jangan pernah kendur. Mulailah dan teruslah menjadi bagian atas harapan mereka mulai dari yang terdekat. Sisipkan doa dalam sujud kita. Boikot produk musuh sebisa yang kita dapat. Jangan pernah lelah dan lengah. Percayalah Allah akan melihat sekecil apapun ikhtiar sebagai bukti keberpihakan.

Nabi Musa alaihissalam tak pernah diberi bocoran laut merah terbelah disaat kritis. Nabi Ibrahim alaihissalam juga tak pernah diberitahu api yang membara pada seluruh tubuhnya menjadi dingin.

Nabi Ayyub alaihissalam, tak pernah tahu 18 tahun sakit hanya dengan guyuran air kesembuhan dan ketampanan wajah hadir dalam sesaat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Semangatkan terus DINAR, doa, ikhitiar, narasikan perjuangan, alihkan belanja produk musuh ke produk saudara dan ramaikan terus semangat juang.***

Asep Hermana
Hari Kedua
Camp Muqobalen, Amman Jordania
14 Ramadhan 1445 / 24 Maret 2024

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Lantaran habis masa bakti, kepemimpinan PD Salimah (Persaudaraan Muslimah) mengalami pergantian. Posisi ketua yang sebelumnya dijabat Faridha SPdI, kini diserahkan kepada...

Inspiration

KUNINGAN (MASS) – Cukup membanggakan. Warga Kuningan, Ninin Setianingsih yang menjabat Ketua PD Salimah Kab. Kuningan menjadi salah satu dari 45 penulis Buku Kisah...

Netizen Mass

Malam ini begitu menerawangBagikan gelap tak kunjung terangManakala hati sedang gundah gulanaMenuntun suatu isyarat untuk memenuhiYang dilalui untuk mengetahui Mulailah untuk menjadi akhirAkhirilah untuk...

Education

KUNINGAN (MASS) – Puluhan sekolah calon penerima penghargaan tingkat daerah (Raksa Buana), tingkat provinsi (Raksa Persada) dan tingkat nasional, dikumpulkan Sabtu (12/6/2021). Mereka diberikan...

Advertisement